Cinta Sari Dewi Seorang penulis dengan hobi traveling untuk mencari inspirasi, ide tidak untuk dikerjar melainkan ide dapat datang ketika positif effect dalam tubuh kita.

√ Alat Musik Tradisional Indonesia (Daerah Provinsi Asal + Penjelasan)

3 min read

alat musik tradisional

Alat musik tradisional merupakan sebuah media yang biasanya digunakan sebagai pengiring pertunjukan. Bukan hanya itu, nyatanya beberapa peralatan musik tersebut juga erat kaitannya dengan sejarah atau budaya dari tempat asalnya. Seperti yang kita tahu, bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali alat musik daerah yang memiliki ciri khas masing-masing.

Bukan hanya dilihat dari segi bentuk, namun beberapa alat musik menghasilkan suara yang sangat merdu. Alat musik tradisional masih digunakan hingga saat ini. Hal ini tentunya sangat bagus, karena dapat memberikan dampak positif untuk generasi selanjutnya. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa simak penjelasan dibawah ini.

Nama Alat Musik Tradisional dan Daerah Provinsi Asalnya

Serune Kale

Serune kale berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam meupakan alat musik yang memiliki jenis bunyi Aerofon yang bunyinya berasal dari hembusan angin. Cara menggunakan serune kale yaitu dengan cara ditiup dan dengan menggunakan jari untuk mengatur nadanya yang ada di lubang serune kale.

Serune kale bisa diartikan sebagai seruna atau seruling, sangat mungkin pemberian nama tersebut dikaitkan dengan kemunculan pembuatan serune kale. Selain di Aceh, alat musik ini juga terdapat di daerah Minangkabau  dan Agam.

Alat musik juga memiliki kemiripan dengan beberapa instrumen dari negara seperti Thailand, Malaysia dan Srilanka. Instrumen-instrumen yang sama tersebut memiliki sejumlah kemiripan dalam hal laras nada, suara, vibrasi  dan dinamika suara.

Aramba

Aramba merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Nias, Sumatra Utara. Alat musik ini memiliki jenis bunyi ideofon yaitu bunyi yang dihasilkan dari bahan dasarnya. Cara menggunakan Aramba yaitu dengan dipukul dengan menggunakan pemukul seperti stik.

Aramba terbuat dari bahan tembaga, nikel, kuningan dan suasa. Alat musik ini dimainkan oleh satu orang. Fungsi dari aramba yaitu berperan sebagai pembawa pola irama. Selain aramba juga terdapat alat musik lainnya yang berasal daru Suku Nias antara lain findrahi, gondra, doli-doli, rici-rici dan lagia.

Meskipun aramba merupakan alat musik tradisional dari Suku Nias, namun sebenarnya tidak benar-benar dibuat oleh masyarakat Nias. Berdasarkan sejarah, alat musik aramba ini merupakan hasil kerajinan dari Jawa yang kemudian dibawa Ke Nias dengan menggunakan sistem barter.

Serangko

Serangko adalah salah satu alat musik yang cara memainkanya dengan ditiup. Alat musik ini merupakan warisan dari kerajaan melayu tua di Kerinci dan diciptakan oleh masyarakat melayu kuno, dikarenakan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan massa pada saat perang maupun upacara sakral atau belasungkawa.

Cara menggunakan alat musik serangko yaitu dengan cara ditiup. Alat musik tradisional  biasanya digunakan sebagai pemberitahuan apabila terjadi musibah dimasyarakat Jambi. Pada zaman dahulu alat musik serangko digunakan oleh komandan perang sebagai terompet perang dan digunakan sebagai terompet untuk menginformasikan belasungkawa untuk masyarakat jika terjadi kematian.

Serangko ini memiliki nama sebutan lain yaitu puput. Alat musik tiup ini menyerupai alat musik terompet perang namun terbuat dari tanduk kerbau jalang yang dirajah dengan menggunakan tulisan aksara dan memiliki ukuran rata-rata antara satu meter hingga satu setengah meter.

Sedangkan bunyi yang dihasilkan hanya merupakan efek bunyi saja yang membangkitkan rasa semngat dan menimbulkan suasana sakral pada saat diadakan upacara di rumah adat.

Gamelan

Alat musik gamelan merupakan sekumpulan instrument yang dimainkan dalam sebuah sajian musik atau ensemble. Dalam sebuah pertunjukan gamelan, maka akan dimainkan beberapa alat musik yang saling berpadu untuk menghasilkan sebuah suara tetabuhan yang cukup merdu.

Gamelan merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Tengah yang memilki jenis bunyi ideofon. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul.

Menurut kepercayaan orang Jawa, bahwa gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada era Saka yang pada masa itu menguasai daratan Jawa. Beliau tinggal di daerah Gunung Mahendra atau sering disebut juga Gunung Lawu. Gamelan tersebut digunakan sebagai alat komunikasi untuk memanggil dewa-dewa lainnya.

Sasando

Sasando yaitu alat musik tradisional yang cukup terkenal dan memiliki jenis bunyi Chordofon. Alat musik ini berasal dari kebudayaan Rote, Nusa Tenggara Timur yang cara memainkannya yaitu dengan cara dipetik.

Masyarakat Rote biasanya menyebutnya Sasandu, artinya yaitu bahwa alat musik ini ini berbunyi atau bergetar dan dalam bahasa kupang sering disebut juga sasando. Alat musik berdawai ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jemari tangan kita. Berdasarkan cerita yang ada, alat musik sasando ini sudah digunakan oleh masyarakat Rote semenjak abad ke- 7.

Sasando terbuat dari bahan utama yaitu bamboo yang dibentuk menjadi sebuah tabung panjang. Kemudian pada bagian tengah melingkar dari arah bawah ke atas yang di pasang peyangga atau ganjalan sebagai tempat untuk bertumpunya dawai atau senar-senar yang di pasang dengan cara direntangkan mengelilingi bambu tersebut.

Kecapi

Kecapi yaitu alat musik tradisional yang berasal dari Sunda, Jawa Barat. Alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara di petik untuk mewarnai jenis kesenian musik yang berada di tanah Sunda. Biasanya alat musik ini dimainkan sebagai alat musik utama dalam tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran.

Arti kata kecapi dalam bahasa Sunda yaitu merujuk pada sebuah tanaman sentul, yang kayunya dipercaya digunakan untuk membual alat music tradisional ini.  Bahan baku kecapi yaitu terbuat dari kayu kenanga yang sudah direndam selama 3 bulan.

Sedangkan untuk menghasilkan nada yang bagus, maka senarnya harus dari kawat suasa yakni logam yang terdiri dari campuran tembaga dan emas. Seperi halnya sebuah kecapi yang dibuat tempo dulu. Namun karena saat ini harga senarnya sangat mahal, maka senar kecapi saat ini yaitu menggunakan senar baja.

Kulanter

Kulanter merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat dan memiliki jenis bunyi Membranofon. Cara memainkannya dengan cara dipukul, alat musik ini biasanya dijadikan pengiring kendang.

Kulanter ini memiliki bentuk dan bahan seperti kendang, yang membedakan yaitu ukurannya lebih kecil. Alat musik ini terbuat dari bahan tembaga yang kemudian dicat dengan warna keemasan. Cara penggunaannya dengan cara digantungkan dan diikat pada tiang kayu.

Calung

Calung yaitu alat musik Sunda yang merupakan purwarupa (prototype) dari angklung. Namun berbeda dengan angklung yang cara memainkannya dengan cara digoyangkan, sedangkan cara menabuh calung yaitu degan memukul batang (wilahan,bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun rapi menurut titi laras (tangga nada) pentatonik.

Jenis bambu yang digunakan untuk membuat calung kebanyakan dari bamboo hitam (awi wulung), namun ada juga yang terbuat dari bambu yang berwarna putih (awu temen). Pengertian calung selain sebagai salah satu alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Calung Sunda terdiri dari dua bentuk calung rantay dan calung jinjing.

Penutup

Beberapa alat musik tradisional di atas, semoga dapat menambah wawasan untuk Anda tentang alat musik tradisional di Indonesia yang sampai saat ini masih digunakan. Tidak hanya itu saja, sebenarnya masih banyak alat musik tradisional di Indonesia.

Cinta Sari Dewi
Cinta Sari Dewi Seorang penulis dengan hobi traveling untuk mencari inspirasi, ide tidak untuk dikerjar melainkan ide dapat datang ketika positif effect dalam tubuh kita.