Cinta Sari Dewi Seorang penulis dengan hobi traveling untuk mencari inspirasi, ide tidak untuk dikerjar melainkan ide dapat datang ketika positif effect dalam tubuh kita.

√ Top 100 Lagu Daerah Terpopuler dari Berbagai Provinsi di Indonesia

4 min read

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keragaman seni dan budaya. Hampir di setiap provinsinya memiliki bahasa daerah dan lagu daerahnya masing-masing. Ada beberapa lagu daerah yang mengandung makna, ada juga yang memang ditujukan untuk mencerminkan wilayah tersebut.

Lagu Daerah Terpopuler

Setiap kali berkunjung ke suatu daerah dan kebetulan terdapat sebuah event daerah, biasanya terdapat pertunjukkan seni. Dalam pertunjukkan tersebut tidak jarang pula lagu dari daerah tersebut ditampilkan. Baik dalam konteks drama musikal atau hanya sekedar dinyanyikan pada saat pembukaan acara berlangsung.

Lagi TREND !!! LISTEN Lagu Barat Terbaru

Rekomendasi Lagu Daerah Terpopuler

Ampar-ampar Pisang Dari Kalimantan Selatan

Cublak-cublak Suweng Dari Jawa Timur

Anak Kambing Saya Dari NTT

Gundul Pacul Dari Jawa Tengah

Injit-Injit Semut Dari Jambi

Daftar Lagu Dari Daerah Indonesia Terpopuler Sepanjang Masa

No Judul Asal Provinsi
1 Bungong Jeumpa Aceh
2 Jambo – Jambo Aceh
3 Lembah Alas Aceh
4 Aceh Lon Sayang Aceh
5 Tawar Sedenge Aceh
6 Aneuk Yatim Aceh
7 Tari Bali Bali
8 Ratu Anom Bali
9 Putri Cening Ayu Bali
10 Ngusak Asik Bali
11 Dewa Ayu Bali
12 Mejangeran Bali
13 Meyong Meyong Bali
14 Macepet Cepatan Bali
15 Tong Sarakah Banten
16 Jereh Bu Guru Banten
17 Dayung Sampan Banten
18 Yu Ragem Belajar Banten
19 Ibu Banten
20 Icak-Icak Dek Tau Bangka Belitung
21 Lagu Men Sahang Lah Mirah Bangka Belitung
22 Nasib Si Bujang Saro Bangka Belitung
23 Nyok Miak Bangka Belitung
24 Alam Wisata Pulau Bangka Bangka Belitung
25 Sungai Suci Bengkulu
26 Pantai Panjang Bengkulu
27 Ibo Bengkulu
28 Taneak Tanai Bengkulu
29 Lalan Belek Bengkulu
30 Keroncong Kemayoran Jakarta
31 Kicir-Kicir Jakarta
32 Kelap Kelip Jakarta
33 Ronggeng Jakarta
34 Ondel Ondel Jakarta
35 Jali-Jali Jakarta
36 Ati Olo Ati Mama Gorontalo
37 Moholunga Gorontalo
38 Binde Biluhuta Gorontalo
39 Tahuli Li Mama Gorontalo
40 Dabu-Dabu Gorontalo
41 Sajojo Papua
42 Yamko Rambe Yamko Papua
43 Rasine Ma Rasine Papua
44 Wesupe Papua
45 Apuse Papua
46 E Mambo Simbo Papua
47 Ocu Maantau Riau
48 Soleram Riau
49 Langgam Melayu Riau
50 Kebangkitan Melayu Riau
51 Pak Ngah Balek Riau
52 Kasih Dan Budi Riau
53 Lancang Kuning Riau
54 Angso Duo Jambi
55 Tanduklah Lancip Jambi
56 Timang-Timang Anakku Sayang Jambi
57 Selendang Mayang Jambi
58 Pinang Muda Jambi
59 Dodoi Si Dodoi Jambi
60 Bapak Tane Jawa Timur
61 Tanjung Perak Jawa Timur
62 Gai Bintang Jawa Timur
63 Grimis-Grimis Jawa Timur
64 Rek Ayo Rek Jawa Timur
65 Din Dindi Jawa Timur
66 Gek Kepriye Jawa Tengah
67 Jamuran Jawa Tengah
68 Gambang Suling Jawa Tengah
69 Jaranan Jawa Tengah
70 Dondong Apa Salak Jawa Tengah
71 Padhang Wulan Jawa Tengah
72 Stasiun Balapan Jawa Tengah
73 Yen Ing Tawang Ono Lintang Jawa Tengah
74 Bapak Pucung Jawa Tengah
75 Cing Cangkeling Jawa Barat
76 Peuyeum Bandung Jawa Barat
77 Manuk Dadali Jawa Barat
78 Neng Geulis Jawa Barat
79 Tokecang Jawa Barat
80 Warung Pojok Jawa Barat
81 Bandung Jawa Barat
82 Es Lilin Jawa Barat
83 Naluya Kalimantan Tengah
84 Masjid Jami’ Kalimantan Tengah
85 Alon-Alon Kalimantan Tengah
86 Manasai Kalimantan Tengah
87 Oh Indang Oh Apang Kalimantan Tengah
88 Sungai Kapuas Kalimantan Tengah
89 Kalayar Kalimantan Tengah
90 Penyandangan Lampung
91 Anak Tupai Lampung
92 Adi-adi Laun Lambar Lampung
93 Muloh Tungga Lampung
94 Sakai Sambayan Lampung
95 Bumi Lampung Lampung
96 Buka Pintu Maluku
97 Burung Kakatua Maluku
98 Kole-Kole Maluku
99 Lembe-lembe Maluku
100 Mande-mande Maluku
101 Ayo Mama Maluku
102 Kadal Nongaq Nusa Tenggara Barat
103 Tebe Onana Nusa Tenggara Barat
104 Tutu Koda Nusa Tenggara Barat
105 Orlen-orlen Nusa Tenggara Barat
106 Moree Nusa Tenggara Barat
107 Anging Mamiri Sulawesi Selatan
108 Ati Raja Sulawesi Selatan
109 Pakarena Sulawesi Selatan
110 Anak Kukang Sulawesi Selatan
111 Marencong-rencong Sulawesi Selatan
112 Desaku Nusa Tenggara Timur
113 Lerang Wutun Nusa Tenggara Timur
114 Potong Bebek Angsa Nusa Tenggara Timur
115 Manalolo Banda Nusa Tenggara Timur
116 Bolelebo Nusa Tenggara Timur
117 Tope Gugu Sulawesi Tengah
118 Tondok Kadadiangku Sulawesi Tengah
119 Tana Wolio Sulawesi Tenggara
120 Peia Tawa-Tawa Sulawesi Tenggara
121 Esa Mokan Sulawesi Utara
122 Tahanusangkara Sulawesi Utara
123 Gadis Taruna Sulawesi Utara
124 Si Patokaan Sulawesi Utara
125 Tari Payung Sumatera Barat
126 Tak Tong-Tong Sumatera Barat
127 Gelang Sipaku Gelang Sumatera Barat
128 Ayam Den Lapeh Sumatera Barat
129 Anak Daro Sumatera Barat
130 Dek Sangke Sumatera Selatan
131 Tari Tanggai Sumatera Selatan
132 Cuk Mak Ilang Sumatera Selatan
133 Sing Sing So Sumatera Utara
134 Sinanggar Tulo Sumatera Utara
135 Mariam Tomong Sumatera Utara
136 Dago Inang Sarge Sumatera Utara
137 Gethuk Yogyakarta
138 Suwe Ora Jamu Yogyakarta
139 Sinom Yogyakarta
140 Menthok-Menthok Yogyakarta

Mengenal Karakter, Fungsi dan Jenis Lagu Dari Daerah

1. Karakteristik

Keanekaragaman lagu dari setiap daerah di Indonesia tidak terlepas dari karakteristiknya masing-masing. Karakteristik tersebut dapat terlihat dari ciri khas penggunaan bahasa, pelafalan huruf, intonasi dan lain sebagainya. Secara umum, karakter lagu di daerah Indonesia terbagi atas 4, yaitu :

Kesederhanaan

Hampir sebagian musik daerah akan menggunakan bahasa yang digunakan di daerah tersebut. Adapun tema pada masing-masing lagu juga berbeda, namun biasanya terinspirasi dari lingkungannya. Contohnya adalah lagu yang berisikan tentang hormat kepada orang tua, permainan dan lain sebagainya.

Menariknya adalah ketika menyanyikan lagu dari setiap daerah tidak menuntut pelafalan vokal yang benar. Ini karena setiap daerah memiliki rasa toleransi yang cukup tinggi untuk saling menghormati satu sama lain.

 Kedaerahan

 Sifat kedaerahan akan melekat pada lagu tersebut. Dialek khas daerah masing-masing digunakan ketika menyanyikan lagu tersebut. Keragaman inilah yang menjadi salah satu karakterisik lagu ciptaan daerah Indonesia. Contohnya adalah pelafalan di lirik lagu Gundhul Pacul, dimana huruf “u” dilafalkan menjadi “o”.

Baca Juga: Lagu Indonesia Terbaru

Penciptanya Jarang Diketahui

Karena lagu daerah sudah ada sejak bertahun-tahun sebelumnya membuat lagu ini jarang sekali diketahui oleh siapa penciptanya. Kondisi ini disebabkan karena dahulunya lagu tersebut diwariskan secara turun temurun. Sehingga tidak diketahui secara pasti siapa penciptanya.

Diwariskan Secara Turun Temurun

Selain sifat kedaerahan, sifat tradisional juga melekat pada lagu tersebut. Bahkan sifat tersebut sudah melekat pada setiap masyarakat yang lahir di daerah tersebut. Biasanya lagu tersebut akan diwariskan secara lisan tanpa tulisan. Contohnya adalah ketika sedang menasehati anak-anaknya atau sedang bermain.

2. Fungsi

 Digunakan Sebagai Upacara Adat

 Masing-masing lagu memiliki fungsi yang berbeda-beda, contohnya disini adalah di daerah Sumba. Lagu dari daerah Sumba tersebut memiliki fungsi sebagai pengiring roh pada saat upacara Merapu. Berbeda dengan di Sunda, dimana lagu akan difungsikan untuk mengiringi upacara Seren Taun atau musim panen padi.

Mengiringi Tari Tradisional atau Pertunjukan

 Ada beberapa lagu yang digunakan untuk mengiringi tari tradisional atau drama pertunjukan. Contohnya adalah lagu dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang khas dengan alunan gamelan. Lagu tersebut biasanya digunakan untuk mengiringi tari tradisional atau pertunjukkan seni. Contohnya adalah pertunjukan wayang kulit, ludruk dan lain sebagainya.

Digunakan Sebagai Lagu Bermain Anak-anak

 Pernahkan Anda mendengar anak-anak menyanyikan lagu dari daerahnya ketika bermain? Jika pernah, hal tersebut memang wajar terjadi. Ini karena beberapa lagu memang diciptakan atas inspirasi anak-anak tersebut ketika bermain. Contohnya disini adalah lagu Cublak-cublak Suweng dan Ampar-ampar Pisang.

Sebagai Media Untuk Komunikasi

 Lagu dari daerah juga bisa digunakan sebagai media komunikasi pada saat pertunjukan akan dimulai. Iringan lagu tersebut biasanya terdengar dari alat musik khas daerah tersebut yang dimainkan oleh orang profesional. Dengan demikian, secara tidak langsung masyarakat diharapkan semakin tertarik pada setiap pertunjukan yang akan diadakan.

3. Jenis

 Lagu Klasik

Jenis lagu ini merupakan lagu yang berkembang pada masa pemerintahan dahulu, maksudnya disini adalah pemerintahan kerajaan atau keluarga Raja. Lagu klasik seringkali dianggap memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lagu rakyat. Dimana lagu ini hanya akan dinyanyikan pada momen penting saja, contohnya adalah upacara adat suatu kerajaan.

Baca Juga: Lagu Dangdut Terbaru

Lagu Rakyat

Jenis lagu ini berasal dari suatu daerah yang dapat berkembang secara natural. Ini disebabkan karena lagu ini seringkali diwariskan dengan cara lisan melalui generasi selanjutnya. Beberapa lagu rakyat biasanya dibawakan pada acara tertentu, seperti pernikahan, ketika berlayar, berladang dan lain sebagainya.

Keragaman lagu daerah di Indonesia memang menjadi salah satu karakteristik negara ini. Namun, sayangnya lagu-lagu tersebut kini sudah mulai tergerus oleh zaman dan digantikan oleh lagu-lagu baru. Generasi sekarang seharusnya dapat melestarikannya dengan baik agar nantinya dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.

Cinta Sari Dewi
Cinta Sari Dewi Seorang penulis dengan hobi traveling untuk mencari inspirasi, ide tidak untuk dikerjar melainkan ide dapat datang ketika positif effect dalam tubuh kita.